SHORT STORIES - " BAYANGAN ITU "

 


BAYANGAN ITU...

Akbar R.

 

Kenalin namaku Dini, Aku tinggal di suatu kota di Jawa Tengah. Tahun ini aku menginjak umur 18 tahun. Dan aku juga anak semata wayang. Rumahku kebetulan dekat sekali dengan kuburan. Yah, sekitar 5 meter. Cukup dekat kan. Tapi bukan itu masalahnya...

 

---

 

Kisah ini bermula saat aku menempati rumah baru disini. Aku pindahan dari daerah Jawa Barat. Berhubung ayahku dipindah tugaskan disini. Maka kami sekeluarga ikut dengan ayahku. Mau tidak mau harus menempati rumah yang kami tinggali ini. Desain rumah ini masih kental seperti bangunan jadul. Namun sudah ada perbaikan sedikit. Dan sudah di tinggal sama pemilik rumah sekitar 10 tahun yang lalu. Ayahku memilih rumah ini ya karena dia suka sekali dengan suasana yang tenang. Karena dulu kami tinggal di perkotaan yang riuh akan kendaraan lalu lalang. Kadang ayah juga sering mengeluh bising dan sulit konsentrasi ketika Work From Home. Jarak rumahku ke kantor ayah sekarang kalau di hitung dengan waktu sekitar 12menitan. Yah, lumayan mengirit waktu dan biaya juga di masa yang sulit seperti ini. Hehe.

          Awalnya sih biasa saja. Hari pertama kami lalui dengan beberes rumah. Maklum rumah sudah lama tidak di tinggali jadi kurang terawat juga. Dan dulunya si pemilik rumah ini pribumi asli daerah sini sampai akhir hayatnya. Dengan beberes rumah dan berbaur dengan tetangga dekat rumah. Malampun tiba...

“mah, masak apa malam ini? Dini dah laper ini mah...”

“mamah masakin kesukaan kamu ya cah kangkung sama tumis tempe.”

“siap mah, dini boleh bantu gak?”
“iya din, mamah di bantu ya. Tolong ambilkan wajan sama pisau di cucian belakang ya, tadi mamah habis nyuci dibelakang...”

“oke mah aku ambilin bentar”

Untuk informasi sedikit jadi, tempat cuci piring ada di belakang rumah gak bareng sama tempat masak. Dan dibelakang rumah pas ada kuburan warga setempat.

Akupun bergegas menuju ke tempat piring. Awalnya sih, tidak ada yang aneh. Tapi tiba-tiba kok ada pintu belakang buka sendiri. Tidak ada angin padahal.

Sssrrrrhhhh.... bulu kudukku langsung berdiri.

Dan setelah kuhampiri pintu itu, betapa terkejutnya aku....

“aaaaaahhhhhhhhh....!!!” teriakku kencang.

“glemprangg!!!” wajanku terjatuh...

Aku melihat sesosok nenek tua sedang menggendong bayi tepat di depan pintu tadi!...

Dengan wajah raut senyum tapi creepy sekali...

Teriakanku terdengar sampai orangtuaku langsung menghampiriku kebelakang...

Dukdukduk..(suara lari)

“ kamu kenapa sayang?” tanya mamahku.

“ ada apa din?” ayahkupun demikian.

Aku terbengong seketika. Dan anehnya ketika orangtuaku menghampiriku. Nenek tua itu pergi entah kemana. Aku langsung memeluk mamahku sambil nangis kecil. Ayahku mengambil wajan dan pisau yang aku jatuhkan tadi.

          Aku ditenangkan oleh mamahku. Duduk di tempat makan. Sembari mamahku memasak masakan kesukaanku. Dan ayah lanjut lembur kerja dikamarnya. Mamahku sambil menanyakan sesuatu ke aku.

“ kamu tadi ada apa kok teriak kenceng sayang?”

“eh... anu mah..eeee... tadi ... gapapa mah tadi dini cuman kaget ada kecoa terbang... hehe” sambil mengusap air mataku.

Sebenarnya aku gasuka yang namanya bohong. Dan aku juga gak mau mamahku kepikiran kalau aku tadi dilihatin oleh sosok aneh tadi. Takutnya malah jadi beban pikiran aja. Gapapa lah. Berbohong untuk kali ini saja.

Akhirnya makan malampun siap...

“ ayo din, panggil ayahmu makanannya udah siap. Kita makan bareng.”

“oke mah” aku langsung menuju kamar ayahku.

Ceklek(suara pintu) ayah aku buka.

“yah, makan malam. Udah siap tuh. Ayo makan bareng yah...”

“ oke siap sayang bentar lagi ayah kesitu. Mau ngesave kerjaan ayah ini bentar.”

Aku langsung kemeja makan sembari nunggu ayah datang. Soalnya kami biasa makan malam dan dipimpin doa sama ayahku. Akhirnya ayah datang.

“ sebelum makan seperti biasa berdoa... mulai....”

“ Selesai.. aamiin..”

“ selamat makan ...”

          Setelah makan selesai. Orangtuaku langsung istirahat. Akupun langsung menuju kekamarku. Dan kebetulan kamarku dekat dengan tempat cuci piring.

Akupun masuk kamar..

Ceklek(suara pintu terbuka)

Aku langsung nyalain lampu. Sebenarnya ingin sekali tidur, tapi gara-gara kejadian tadi aku jadi insomnia. Akupun mainan HP sambil buka sosmed. Tapi tiba-tiba....

Sinyal di Hpku hilang.. duh padahal mau buka instagram. Akhirnya mau gak mau aku keluar dari kamar. Cari sinyal. Dan anehnya pas aku keluar rumah tiba-tiba...

Sinyalku di Hpku penuh.. duh gahabis thingking sih...

Pas aku mau duduk di teras. Waktu tepat menunjukkan pukul 00.00WIB. aku melihat sekelebat bayangan lagi.. ssrrrhhh merinding lagi aku..

Ah.. hanya perasaanku saja mungkin... pas aku melihat kedepan...

Aku terkejut bukan kepalang...

Nenek tua itu muncul lagi!!!

Akupun berdoa dalam hati sebisa mungkin. Tapi dengan sedikit badan gemetar tak karuan...

Tiba-tiba nenek itu berkata begini “ Jaga ya nak, jaga rumah ini!”...

Sling.... beriringan dengan hembus angin. Nenek itu hilang lagi.

Akupun langsung memutuskan untuk masuk rumah dan tidur langsung.

---

Esok harinya. Aku bertanya sama ayahku soal siapa pemilik rumah ini dan dimana sekarang...

“ yah, pemilik rumah ini sekarang dimana yah?” tanyaku

“ oh, pemiliknya sudah meninggal 20tahun yang lalu din, dan anaknya yang jaga rumah ini. Tapi dia sekarang ada di Surabaya. Kebetulan ayah liat postingan di FB akhirnya ayah hubungi”

“ yang nempatin suami istri yah?”

“ enggak din, yang nempatin nenek dasmi. Beliau meninggal dulu waktu nyelamatin anak orang waktu tertabak mobil, tapi sayangnya dia dituduh yang membunuh anak itu. akhirnya nenek dasmi di gebukin sama warga yang kalang kabut dipenuhi amarah.”

“kasian ya nenek dasmi yah. Ya Allah semoga ditempatkan yang terbaik disisiNya...”

“Aamiin..”

“ ayah mau berangkat dulu ya din.”

“ oke yah. Hati-hati dijalannya, berdoa yahhh...”

Mwahhh (ayahku mengecup keningku).

Aku bahagia sekali mempunyai mereka berdua di dunia ini yang sayang sekali dengan aku.

 

---

Malam harinya akupun beranjak mau tidur dan .....

Ceklek (pintu terbuka)

Kulihat.... eh ternyata ayahku..

“kenapa yah tiba-tiba kesini...”

Ayahku diam memaku dan menghampiriku serta duduk dekatku. Sambil menatapku dengan mata yang kosong.

Akupun gak curiga awalnya tapi kok pandangan ayah kosong... terus diem matung gitu.. itu yang bikin aku heran...

“ayah kenapa? Mau ngomong seusatu sama dini?”

Masih diam..

“ Jaga rumah ini ya din... doakan nenek.. “

Glegg... serasa jantung berdetak 3 detik.

“ iii..ii..inn..iiii... nen...eekkk... dasssmmiii....?”

Ayahku mengangguk kepala. Dan seketika berubah wujud aslinya...

Lalu menangis...

“ nak, anak itu tertabrak bukan nenek yang bunuh... kenapa nenek yang dituduh dan dibunuh... hihihhihihi (nangiss)...nenek gatega melihat anak ini ditabrak.. lalu nenek tolong... eh malah warga menuduh nenek yang bunuh anak ini.. hiks... hiks.. hikss... padahal nenek masih punya anak yang masih sakit (Arianda) dirumah...”

“ nenek sekarang menempati dimana...?” tanyaku pelan.

“aaakkuuu diruumaahhh iiniiii yanggg jaagggaa rruummahhh iniii nakkk...”

Gleg... tiba-tiba aku terbangun dari tidurku...

Waktu menunjukan pukul 04.20WIB. akupun bergegas ambil wudhu dan aku terkejut!. Ternyata aku bocor... duh sial... masih dateng ternyata...

Dari belakangku ada yang menepuk pundakku... aku nengok ..

Nnnn...ennneekk.. dasmiii??...

Senyum sumringah ke aku.. tapi itu membuatku takut sekali. Aku langsung ke kamar mamahku untuk mengambil pembalut.

Aku bergegas kekamarku untuk tidur lagi...

---

 

Malam haripun tiba...

Aku melihat penampakan... ternyata itu...

 

Genderuwo!!! Mataku seketika langsung terbelalak melihatnya... yang kulihat mata merah menyala dengan taring tajam serta bulu hampir memenuhi seluruh badannya. Cakarnya begitu tajam.. dan tingginya hampir 2 meter!

Terpaku seketika badanku dan alangkah terkejutnya...

Mahluk itu mencoba menyerangku!! Dan...

 

Debbbb..!!!!!

Aku tak sadarkan diri... dan ketika siuman aku sudah dikamar ayahku sambil mamahku memelukku dengan hangat. Aku bertanya.

“ kenapa aku disini mah?”

“ tadi malam kamu teriak-teriak kenceng sekali din. Sampai kami berdua kaget. Badanmu kaya orang kesetanan sampai-sampai kamu kayang kesana kemari..”

“untungnya ayah udah panggil ustad umar untuk netralin kamu din” cetus ayahku.

Ustad umar adalah tetanggaku yang rumahnya kurang lebih 10 meter dari rumahku. Dan biasa jadi imam di masjid dekat rumahku.

“ kamu lagi dateng din?” tanya mamahku

“ iii iyaaa mahh...”

“ kalo lagi dateng kamu gaboleh ngelamun din. Konsentrasi ya...”

“iya mah, maafin dini udah ngerepotin kalian berdua...”

---

Besoknya aku seperti ini lagi meronta-ronta bak singa kelaparan...

 

“aku akan menjaga anak ini dan rumah ini!! Jangan berani ganggu anak ini!!, atau kalian akan matii!!!...”

Ucapku saat aku tak sadar. Ketika tubuhku dikuasai nenek dasmi.. akupun di netralisir lagi sama ustad umar lagi...

 

Hampir selama 6 hari aku kesurupan terus dirumah ini... akhirnya dengan terpaksa ayah dan mamahku meruwat/ruqyah rumah ini... dengan diadakan syukuran dan bacaan doa-doa keselamatan. Dipimpin oleh ustad umar dan dihadiri oleh tetangga sekitar...

Dan setelah ruwatan itu aku sudah tidak mengalami gangguan itu lagi.. kami bertiga hidup dengan tenang menempati rumah ini. Yah walaupun kadang aku melihat sekelebat bayangan itu (nenek dasmi). Dan aku berdoa agar nenek dasmi tenang dialam barunya sekarang.

 

---  tomat ---

 

Eh

 

--- TAMAT ---

 

 

 

 

 

 

 

Terimakasih telah membaca sampai akhir...

Semua yang ada dalam cerita ini hanyalah FIKTIF BELAKA, apabila ada kesamaan unsur nama,tempat,dan waktu saya ucapkan mohon maaf. Untuk kalian yang ingin request cerita atau mau berbagi cerita saya siap berbagi lagi untuk keseruan berikutnya...

Yang mau donasi silahkan untuk menambah semangat Author upload tiap hari hehe... :

LINK SAWERIA DISINI YA BOSKU

 

Best regards

Akbar R.

Comments

Popular posts from this blog

PROFIL RRQ AP aka ( ANDRIAN PAULINE ) : Dari Agama, Karir, serta Bocornya Discord “Jangan ada lagi #VIVAROAR”

BOCAH SUBANG (12 TAHUN) MENINGGAL KARENA KECANDUAN GAME ONLINE

Classmeeting Agenda Tahunan setelah Semesteran